Rabu, 06 Juni 2012

Perguruan Tinggi Vs Kualitas Diri


DIBUKANYA pendaftaran masuk di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta seakan menjadi suasana “gegap gempita” bagi sejumlah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berhasil lulus Ujian Nasional (UN) dan ingin melanjutkan studi di peguruan tinggi. Pasalnya, kebanyakan dari mereka tentu menginginkan kampus yang dianggap berkualitas dan memiliki gengsi yang cukup tinggi. Maka, di situlah terjadi suasana saling berlomba-lomba meraih perguruan tinggi terbaik. 
Akan tetapi, ada hal kurang etis dalam upaya meraih perguruan tinggi yang dianggap bergengsi itu. Karena banyak dari lulusan SMA ini berkantong cukup tebal, mereka bisa meraih perguruan tinggi yang cukup bergengsi, cukup dengan membayar biaya tinggi. Prosedur ujian yang mereka ikuti pun sekadar formalitas belaka. Jalur seperti ini seakan-akan memberi peluang bagi orang kaya yang tidak cukup pintar untuk bisa masuk di kampus favorit.

Tantangan Berat Pers Mahasiswa


Image: corbis.com
Image: corbis.com
DULU, ketika masa Orde Baru (Orba),  pers mahasiswa (persma) mampu menjadi media alternatif untuk melakukan kontrol sosial. Kebebasan pers umum waktu itu telah dibelenggu oleh kebijakan-kebijakan rezim Soeharto. Orba dengan ganas mengeluarkan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP)  untuk memberangus kebebasan pers pada masa itu. Hanya persma yang bisa bersuara dengan bebas.
Namun, di era reformasi gairah persma mulai meredup. Persma tak lagi mampu menjadi media alternatif yang berani bersuara kritis seperti pada masa Orba. Kini, gerak persma malah terbelenggu kebijakan birokrasi kampus.

Senin, 04 Juni 2012

Dua Dosen Unimal Tampil di Swedia

LHOKSEUMAWE - Iskandar Zulkarnaen SE MSi (dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan Dr Ichsan Mahammed Ali Basyah (dosen Fakultas Ekonomi) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Kamis (3/5) menjadi pemateri pada seminar internasional yang diadakan Departemen Ilmu Politik Universitas Stockholm, di Swedia. Seminar yang digelar dari 2-4 Mei 2012 diikuti 30 peserta yang berasal dari akademisi universitas terkemuka di dunia.

Iskandar kepada Serambi, kemarin, dalam seminar tersebut mereka menyampaikan materi dalam seminar itu berjudul “Aceh: Konflik Pembangunan Setelah Perjanjian Helsinki”, serta tentang proses pelaksanaan pilkada di Aceh. “Kita juga akan mengajak kerja sama dengan universitas terkemuka dunia untuk peningkatkan mutu di Unimal,” ujar Iskandar.

Unimal Gagas Pembentukan MRA

BANDA ACEH - Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) mengajak para pimpinan universitas yang ada di Aceh untuk menghimpun dalam Majelis Rektor Aceh (MRA).
“Agar kota pendidikan tercipta di Aceh, kita harus membentuk Majelis Rektor Aceh (MRA). Forum ini penting untuk berkontribusi lebih optimal terhadap berbagai strategi dalam peningkatan pendidikan,” ujar Rektor Unimal Apridar SE MSi dalam rilis yang diterima Serambi, kemarin.
Apridar menulis siaran pers terkait dengan hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei.  Menurut Apridar, kalau MRA ada di Aceh, maka kebijakan-kebijakan terhadap berbagai program pendidikan tentu akan tertata lebih sistematis.
Apalagi, masuknya UTU dan UNSAM dalam jajaran Universitas Negeri maka layanan pendidikan yang diberikan pemerintah pusat akan meningkat lagi.
Apridar menilai dalam Hardiknas saat ini, pendidikan belum bisa menjawab semua persoalan. Oleh karena itu, wajar masyarakat menuntut banyak dari pendidikan.
“Sepantasnya pada Hardiknas semua pihak memperbaiki pendidikan ke arah yang lebih baik sehingga mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya,” kata dia. (rel/swa)

Unimal Rekrut 25 Dosen Baru

LHOKSEUMAWE - Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara merekrut 25 dosen baru untuk Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD). Dari jumlah itu, 15 orang berasal dari lulusan S1 dan akan disekolahkan untuk menjadi tenaga pengajar tetap di prodi tersebut. Pendaftaran akan dibuka mulai 1 Maret 2012.

“Selama ini dosen Prodi pendidikan dokter berasal dari Universitas Andalas, Unsyiah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lhokseumawe dan Aceh Utara,” kata Pembantu Rektor IV Unimal, Iskandar Zulkarnaen kepada Serambi kemarin.

Dikatakan, mereka yang akan direkrut harus bersedia menandatangani surat pernyataan ikatan dinas setelah dinyatakan lulus sebagai dosen honorer. “Lulusan S-2 yang kita butuhkan adalah lulusan Ilmu Kedokteran Dasar yang meliputi, Anatomi, Fisiologi, Histologi, Biokimia, Parasitologi, Mikrobiologi, Patologi, dan Farmakologi Kedokteran,” kata Iskandar.(c37)

Perubahan pola KKN Unimal Dari Dugaan Tidak Transparan Hingga Diusir Keuchik

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Perubahan pola Kuliah Kerja Nyata [KKN-PPM Unimal] tahun 2012 dari cet Meulasah ke social mapping potensi gampong di Kota Lhokseumawe dirundung berbagai masalah, baik kerjasama yang tidak transparan, isu dimanfaatkan hingga aparat desa menolak gampongnya disurvey.

Peneliti Amerika Beri Kuliah Umum di Unimal

LHOKSUKON - Ketua Peneliti kakao Dunia dari Amerika Serikat, Prof Dapeng Zhang, Senin (12/3) hari ini akan memberi kuliah umum di kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.